KOTA MALANG, jurnalmalangraya.com — Manajemen Arema FC resmi mempermanenkan status bek tengah Hansamu Yama untuk menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.

Dewan direksi klub menebus kontrak pemain asal Mojokerto tersebut dari Persija Jakarta setelah tampil impresif selama masa peminjaman pada putaran kedua musim 2025/2026.

Sebelumnya, Hansamu Yama bergabung dengan Arema bersama Rio Fahmi pada bursa transfer paruh musim lalu dengan status pemain pinjaman.

Meski datang di tengah kompetisi, pemain berusia 31 tahun itu mampu beradaptasi dengan cepat dan langsung menjadi pilihan utama di lini pertahanan Singo Edan.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan keputusan mempermanenkan Hansamu merupakan hasil evaluasi terhadap kebutuhan tim serta kontribusinya selama setengah musim membela klub.

“Hansamu datang di tengah musim dan mampu menunjukkan kualitas yang kami harapkan. Pengalamannya, kepemimpinannya, serta kemampuannya di lini belakang menjadi nilai tambah bagi tim,” ujar Yusrinal.

Sepanjang putaran kedua musim lalu, mantan pemain Timnas Indonesia tersebut tampil dalam 14 pertandingan dengan total 1.148 menit bermain dan menyumbangkan satu gol untuk Arema.

Menurut Yusrinal, kehadiran Hansamu memberikan tambahan kekuatan bagi sektor pertahanan yang sempat menghadapi sejumlah kendala sepanjang musim lalu.

Pengalamannya di level tertinggi sepak bola nasional dinilai mampu menghadirkan ketenangan dan stabilitas di lini belakang.

“Karena itu kami memutuskan untuk melanjutkan kerja sama dan mempermanenkan statusnya,” tegas pria yang akrab disapa Inal tersebut.

Selain mengamankan jasa Hansamu, Arema juga memastikan tiga pemain asing tetap bertahan untuk musim depan.

Ketiganya adalah Betinho Filho, Julian Guevara, dan Matheus Blade yang resmi menandatangani kontrak baru pada Rabu (17/6/2026).

Ketiga pemain tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Arema sepanjang musim lalu.

Kontribusi mereka di sektor lini tengah hingga pertahanan membuat manajemen memutuskan mempertahankan mereka sebagai fondasi skuad musim depan.

Yusrinal menjelaskan, keputusan mempertahankan Julian, Betinho, dan Blade didasarkan pada evaluasi performa mereka selama satu musim terakhir serta rekomendasi pelatih Marcos Santos yang juga telah mendapat perpanjangan kontrak.

“Ketiganya memberikan kontribusi yang sangat baik untuk tim musim lalu. Mereka sudah memahami karakter Arema, memahami kompetisi di Indonesia, dan menjadi bagian penting dalam permainan yang dibangun pelatih,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan pemain yang telah memiliki chemistry dengan tim menjadi salah satu faktor penting dalam menyusun skuad menghadapi musim baru.

“Kami ingin menjaga fondasi yang sudah terbentuk. Julian, Betinho, dan Blade menunjukkan konsistensi, profesionalisme, serta komitmen yang baik selama membela Arema. Itu menjadi alasan mengapa mereka dipertahankan,” imbuhnya.

Selain kualitas individu, ketiga pemain asing tersebut juga dinilai memiliki fleksibilitas tinggi karena mampu bermain di lebih dari satu posisi.

Dalam beberapa kesempatan musim lalu, mereka bahkan dipercaya mengisi lini pertahanan saat Arema mengalami krisis pemain belakang akibat cedera maupun akumulasi kartu.

Julian Guevara dikenal sebagai gelandang dengan kemampuan distribusi bola dan penguasaan permainan yang baik.

Sementara Betinho tampil sebagai gelandang pekerja keras yang kuat dalam duel dan transisi bertahan, sedangkan Matheus Blade menjadi salah satu pemain paling konsisten di lini tengah sebagai pengatur ritme permainan tim.

“Kami percaya mereka masih bisa memberikan yang terbaik untuk Arema. Mereka bukan hanya punya kualitas, tetapi juga fleksibilitas yang sangat membantu tim dalam berbagai situasi. Dengan kerangka tim yang mulai terbentuk lebih awal, kami berharap persiapan menghadapi Super League 2026/2027 bisa berjalan lebih maksimal,” pungkas Yusrinal.(**)

Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Rio Mulyana Badia