KABUPATEN SIDOARJO, jurnalmalangraya — Ratusan siswa SMKS Antartika 2 Sidoarjo mengikuti Workshop Riset Pasar dalam Pengembangan Kewirausahaan Murid SMK pada Kamis (2/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan praktisi bisnis media dan pelaku industri untuk memperkuat kompetensi kewirausahaan serta kesiapan siswa menghadapi ekonomi digital.
Praktisi bisnis media yang juga Koordinator Bidang Teknologi dan Ekonomi Kreatif Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Malang Raya, Arvendo Mahardika, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam proses riset pasar.
Menurutnya, siswa SMK perlu meninggalkan pendekatan konvensional dan mulai memahami cara kerja mesin pencari berbasis AI.
“Riset pasar saat ini bukan sekadar mencari data audiens, tetapi juga memahami Generative Engine Optimization (GEO). Anak-anak SMK harus mulai paham bagaimana konten dan produk mereka nantinya disintesis serta direkomendasikan oleh mesin pencari AI,” ujar Arvendo.
Pemimpin Redaksi AboutMalang.com itu juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas kompetensi dalam pengembangan produk.
Menurut dia, tim desain tidak hanya dituntut menghasilkan visual yang menarik, tetapi juga mampu membangun kekuatan narasi atau storytelling agar produk memiliki daya tarik di pasar digital.
Selain Arvendo, Direktur Utama Macroscope, Osman Nur Chaidir, turut memberikan materi mengenai pengelolaan bisnis.
Ia menjelaskan bahwa banyak usaha gagal bertahan pada tahun pertama karena persoalan sumber daya manusia dan lemahnya validasi pasar.
“Sebelum menyusun perencanaan bisnis, pola pikir kewirausahaan harus dibangun lebih dahulu. Tetapkan target menggunakan prinsip SMART dan tentukan orientasi perusahaan sejak awal, apakah berbasis sosial, startup model, atau lean model company,” kata Osman.
Kepala SMKS Antartika 2 Sidoarjo, Retno Purwolystiorini, S.E., M.M.Pd., mengapresiasi keterlibatan para praktisi dalam memberikan wawasan kepada para siswa.
Menurutnya, peserta didik telah memiliki kemampuan teknis dalam menghasilkan produk, namun masih membutuhkan penguatan pada aspek komersialisasi dan strategi bisnis.
“Kalian yang hadir di sini menjadi percontohan. Kesuksesan kalian nantinya harus menjadi inspirasi bagi teman-teman lainnya. Wirausaha tidak boleh dilakukan tanpa perencanaan, semuanya harus didasarkan pada riset pasar,” ujar Retno.
Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan praktisi industri, kegiatan ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan program Teaching Factory (TeFa) di SMKS Antartika 2 Sidoarjo sekaligus mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu bersaing di era ekonomi digital. (**)
Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Doi Nuri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan