KEDIRI – Layanan transaksi keuangan semakin dekat dengan aktivitas masyarakat melalui jaringan BRILink Agen. Di wilayah BRI Kediri, hingga Juli tercatat 7.605 agen dengan volume transaksi mencapai 2.372.182 transaksi dan sales volume sebesar Rp2,73 triliun.
Di antara jaringan tersebut, terdapat Dwi Astuti yang menjalankan BRILink Agen dari tempat usahanya di Kelurahan Pakunden, Kota Kediri.
Dwi menjadi agen setelah terlebih dahulu menjalankan usaha secara mandiri. Bisnisnya dimulai pada 2015 melalui bengkel perbaikan ban sepeda, penjualan ban dan oli, serta toko ATK dan perlengkapan sekolah.
Perkembangan usaha kemudian mendapat dukungan melalui KUR BRI pada 2016. Tambahan modal tersebut dimanfaatkan untuk membeli mesin fotokopi, printer, etalase dan berbagai perlengkapan usaha.
Kemitraan BRILink menjadi langkah berikutnya dalam perjalanan bisnis Dwi. Selain menjalankan usaha utamanya, ia menyediakan layanan transaksi bagi warga di sekitar lokasi.
Aktivitas tersebut cukup rutin. Dwi rata-rata melayani sekitar 50 transaksi per hari. Pada periode tertentu, termasuk saat penyaluran bantuan pemerintah, jumlah transaksi bisa mencapai lebih dari 100 transaksi sehari.
Pembayaran tagihan listrik, pengisian saldo dompet digital, transfer antarbank dan berbagai transaksi perbankan menjadi layanan yang dimanfaatkan masyarakat.
Dwi menyebut kemitraan dengan BRI turut memberikan manfaat terhadap kondisi ekonomi keluarganya.
“Alhamdulillah, ada manfaatnya bermitra dengan BRI. Tambah-tambah pemasukan buat membantu uang sekolah anak,” ujar Dwi.
Meski terdapat BRILink Agen lain di sekitar tempat usahanya, Dwi tetap menjalankan layanan tersebut. Ia berupaya menjaga hubungan dengan pelanggan melalui pelayanan yang konsisten.
Menurut Dwi, kendala yang paling sering ditemui justru berasal dari gangguan sistem atau persoalan teknis.
“Paling kendalanya kalau pas ada gangguan sistem atau teknis saja. Selebihnya disyukuri saja,” ungkap Dwi.
Pemimpin BRI Branch Office Kediri Adi Nugroho mengatakan pertumbuhan jaringan BRILink Agen menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat.
“Perjalanan Ibu Dwi menjadi contoh bagaimana BRILink Agen dapat tumbuh bersama usaha yang dijalankan masyarakat. Tidak hanya memberikan kemudahan transaksi bagi warga sekitar, keberadaannya juga menciptakan peluang tambahan pendapatan bagi agen dan mendukung aktivitas ekonomi di lingkungannya,” ujar Adi Nugroho.
Ia mengatakan BRI akan terus memperkuat ekosistem BRILink Agen untuk mendukung inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“BRI berharap para mitra BRILink Agen dapat terus berkembang dan memberikan layanan yang semakin baik kepada masyarakat. Dengan jaringan yang semakin dekat, masyarakat dapat memperoleh layanan keuangan dengan lebih mudah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di daerah,” tambah Adi.
Bagi Dwi, kemitraan tersebut menjadi bagian dari proses panjang membangun usaha. Setelah hampir satu dekade menjalankan bisnis, ia berharap usahanya terus berkembang dan layanan yang diberikan kepada masyarakat tetap berjalan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan