KABUPATEN MALANG, jurnalmalangraya.com — Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN SBO Malang menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan pengelolaan dana zakat secara produktif melalui pelaksanaan Exit Program Mustahik Income Generating (MIG) Amanah Melon Berkah di Desa Kalirejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Rabu (22/7/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi mustahik agar mampu mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Program Mustahik Income Generating (MIG) merupakan program pemberdayaan ekonomi yang didanai dari zakat karyawan BRI yang dihimpun dan dikelola oleh YBM BRILiaN.
Sebanyak 10 mustahik yang berprofesi sebagai buruh tani mendapatkan pendampingan budidaya melon berbasis kelompok selama satu tahun untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus pendapatan mereka.
Kegiatan Exit Program menjadi penanda berakhirnya masa pendampingan sekaligus evaluasi terhadap hasil yang telah dicapai.
Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Kalirejo Sukadi, tokoh agama Desa Kalirejo M. Kholiq, Ketua YBM BRILiaN SBO Malang Mayang Diantami, serta seluruh anggota Kelompok MIG Amanah Melon Berkah.
Selama program berlangsung, YBM BRILiaN menyalurkan bantuan produktif senilai lebih dari Rp76,3 juta.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk penyewaan lahan selama lima tahun, pembangunan greenhouse, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, serta pendampingan usaha.
Hasilnya, Kelompok MIG Amanah Melon Berkah berhasil menyelesaikan tiga siklus panen dengan total produksi lebih dari 5,2 ton melon dan membukukan omzet kotor hampir Rp93 juta.
Selain itu, kelompok juga berhasil membangun tabungan bersama sebesar Rp9 juta dan menghimpun infak kelompok senilai Rp3 juta.
Ketua YBM BRILiaN SBO Malang, Mayang Diantami, mengatakan bahwa pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu fokus utama YBM BRILiaN agar dana zakat mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Program Mustahik Income Generating Amanah Melon Berkah merupakan wujud komitmen YBM BRILiaN dalam mengelola dana zakat secara produktif agar memberikan manfaat yang berkelanjutan. Kami berharap para penerima manfaat dapat terus mengembangkan usahanya secara mandiri, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya,” ujar Mayang.
Salah satu anggota Kelompok MIG Amanah Melon Berkah, Heri Setiyawan, mengaku program tersebut membawa perubahan nyata bagi dirinya.
Berbekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pendampingan, ia kini mulai membangun greenhouse melon secara mandiri untuk mengembangkan usahanya.
“Alhamdulillah, melalui pendampingan YBM BRILiaN saya mendapatkan ilmu dan pengalaman dalam budidaya melon. Saat ini saya sudah mulai membangun greenhouse melon secara mandiri sebagai langkah untuk mengembangkan usaha. Terima kasih kepada BRI dan YBM BRILiaN atas bantuan serta pendampingan yang telah diberikan,” kata Heri.
Melalui berbagai program pemberdayaan berbasis zakat produktif, YBM BRILiaN terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan dana zakat agar memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Sejalan dengan semangat “Memberi Makna Indonesia”, YBM BRILiaN berharap semakin banyak mustahik mampu meningkatkan kapasitas usaha, tumbuh menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan berdaya saing, hingga bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki sehingga manfaat zakat dapat terus meluas bagi kesejahteraan masyarakat. (ADV)
Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Doi Nuri

Tinggalkan Balasan